Jum'at, 21/08/2020 07:49 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Saat berada di Keraton Sumenep yang berada di Jl. Dr. Soetomo, Kota Sumenep, Jawa Timur, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memuji peran kesultanan yang dibangun pada tahun 1781 dalam proses penyebaran agama Islam di Pulau Madura. Pada saat itu kondisi masyarakat di sana masih menjalankan tradisi dan budaya sebelum Islam datang ke pulau garam.
Menghadapi yang demikian, para Raja tetap menghargai kebiasaan dan budaya yang dilakukan oleh masyarakat. “Islam hadir di Sumenep tanpa menghilangkan budaya-budaya yang ada,” ujarnya. Para Raja tidak kaku dalam masalah-masalah tertentu ketika mereka berdakwah. “Hingga Islam bisa berpadu antara ajaran agama dengan budaya, sehingga peradaban dan kerukunan tetap terjaga,” tutur Jazilul Fawaid Sumenep, 20 Agustus 2020.
Jazilul Fawaid berharap apa yang ada di Sumenep saat ini, yakni perpaduan antara Islam dan Budaya, tetap berjalan dengan baik. “Bangunan fisik makam para Raja dan Wali tetap bisa dirawat dan dijaga,” ujarnya. Ditegaskan tradisi dan syiar harus tetap dihidupkan.
Bila orang datang ke Sumenep, menurut pria yang akrab disapa Gus Jazil ini, ia yakin mereka akan ingat bahwa di tempat ini Islam menghargai kebudayaan. Dia tidak berharap orang datang ke Sumenep hanya sekadar tahu dan mencari sumber daya alam. “Tapi rasakan juga keserasian antara agama Islam dan budaya masyarakat,” paparnya.
Ibas: Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Jadi Pembelajaran Membentuk Karakter
HNW Apresiasi Pemerintah Tak Bebankan Kenaikan Biaya ke Calon Jamaah Haji
Ibas: Jangan Pernah Merasa Kecil, Mahasiswa KIP-K Jadi Inovator
Dengan merawat apa yang ada, Gus Jazil yakin semangat perjuangan para Raja akan terus hidup dan menggelora di tengah masyarakat Madura dan Indonesia.
Keyword : Kinerja MPRJazilul Fawaid Budaya