72 Jam Selamat di Hutan Siberia, Bocah Ini Dijuluki Mowgli
Jum'at, 23/09/2016 17:48 WIB
Siberia- Hanya mengantongi sebatang cokelat, Tserin Dopchut, bocah laki-laki berusia tiga tahun bertahan hidup selama tiga hari berada dalam hutan di Siberia, wilayah terpencil di Rusia yang dihuni serigala dan beruang.
Dilaporkan The Siberian, bocah ini hanya tidur beralas buatan yang terletak di bawah pohon larch, sejenis pinus. Selama 72 jam anak itu menghadapi tantangan seperti suhu yang turun drastis, ancaman binatang liar dan bahaya jatuh ke dalam sungai yang berarus deras.
Masuknya bocah itu ke hutan, kemungkinan karena mengikuti anak anjing. Anak yang dirawat nenek buyutnya itu, berjalan ke dekat desa Khut yang terletak di tengah hutan lebat dan neneknya tidak mengawasinya.
"Ada serigala dan beruang di hutan. Beruang sedang menggemukkan diri untuk persiapan musim dingin. Mereka dapat menyerang apapun yang bergerak," kata Ayas Saryglar, Kepala Badan Pertahanan Sipil dan Darurat Tyva.
"Situasinya sangat berbahaya. Sungai Mynas memiliki arus yang deras dan dingin, Jika seorang anak kecil jatuh, dipastikan akan tewas," Ayas Saryglar, kepala Badan Pertahanan Sipil dan Darurat Tyva berkata ke harian Siberian Times dilansir BBC.
Operasi pencarian siang dan malam dilakukan untuk menemukan anak tersebut, melibatkan penduduk desa, polisi setempat dan bahkan sebuah helikopter menelusuri area yang luas, sebesar 120 kilometer persegi.
Petugas penyelamat memuji inistiatif bocah tersebut menemukan sebuah tempat kering di bawah pohon larch dan tidur di antara akar-akarnya. "Seluruh desa mengadakan pesta merayakan keselamatannya," kata pemimpin daerah Sholban Kara-Ool.
Anak tersebut sekarang diberi julukan Mowgli. Mowgli adalah tokoh fiksi anak yatim di novel Jungle Book karya Rudyard Kipling Tim dokter berkata Tserin tidak menderita luka serius akibat insiden tersebut.
TERKINI
ASDP Salurkan Bansos dan Gelar Pelatihan Kewirausahaan Masyarakat Bajoe
Perkuat Pembangunan Papua, Transmigrasi Patriot Dirancang Beri Dampak Nyata
Satgas PKH Didesak Sita Aset PT BS Kasus Lahan Ilegal di Rokan Hulu
Legislator Dorong Santunan Layak bagi Keluarga Guru Korban Tabrakan Kereta