Pilkada DKI, Akankah Partai Pilih Pemimpin Otoriter?

Senin, 19/09/2016 23:36 WIB

Jakarta - Partai politik (Parpol) sebagai salah satu kunci keberhasilan Pilkada DKI dalam melahirkan seorang pemimpin yang merakyat. Apakah Pilkada DKI menghasilkan pemimpin yang amanah atau justru pemimpin otoriter yang sewenang-wenang menindas rakyat kecil?

Bakal calon gubernur DKI Jakarta Rizal Ramli berharap, agar partai lebih bijak dalam memutuskan calon yang bakal diusung di Pilkada DKI nanti. Sebab, nasib warga Jakarta khususnya rakyat kecil untuk lima tahun ke depan sangat bergantung kepada calon yang diusung partai.

Apakah partai sungguh-sungguh memilih pemimpin yang dapat memanusiakan manusia? Menurut Rizal, hal itu sangat tergantung kepada parpol.

"Akankah partai mempertahankan sistem otoriter, new orba yang sangat tidak manusiawi ini," kata Rizal, Jakarta, Senin (19/9).

Dalam kesempatan itu, Rizal meminta kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang juga sebagai calon petahana untuk mengakhiri penindasan terhadap rakyat melalui penggusuran rumah rakyat kecil.

"Jangan bangun Jakarta dengan penggusuran. Jangan gunakan tentara! Ada cara yang lebih manusiawi dan lebih menguntungkan semua," tegas mantan Menko Maritim itu.

Diketahui, beberapa parpol belum memutuskan calon kandidat yang akan diusung di Pilkada DKI, kecuali Partai Golkar, NasDem, dan Hanura yang sejak awal telah memberikan dukungan kepada Ahok. Sedangkan, PDIP baru akan mengumumkan calon yang akan diusung besok, Selasa (20/9).

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung