Kamis, 16/07/2020 15:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk serangan yang dilakukan Armenia terhadap Azerbaijan dan kampanye kotor melawan Turki.
"Sikap munafik Armenia ini, yang telah mempertahankan pendudukan tidak sah di wilayah Azerbaijan selama bertahun-tahun, secara jelas mengungkapkan siapa yang merupakan penghalang utama untuk pembentukan perdamaian dan stabilitas permanen di Kaukasus Selatan," bunyi pernyataan Kementerian dilansir Aa, Kamis (16/07).
Bentrokan perbatasan baru-baru ini dengan Armenia telah mengakibatkan kematian 11 tentara Azerbaijan dan melukai empat lainnya.
Dalam serangan balasan, para pejabat Azerbaijan mengatakan hampir 100 tentara Armenia terbunuh. Turki mengatakan bahwa ia berdiri dengan Baku di masa-masa sulit ini.
Sony Sonjaya Bakal Bongkar Dugaan Keterlibatan Tokoh Besar Dikasus MBG
Wamenhaj Minta Layanan Kesehatan Jemaah RI Gelombang Kedua Ditingkatkan
Konsumsi Sayuran Ini untuk Bantu Proses Pencernaan
Kementerian Luar Negeri mengatakan kebijakan luar negeri Armenia berdasarkan fitnah tidak akan bermanfaat bagi siapa pun.
"Pendekatan ini adalah manifestasi dari mentalitas yang menciptakan identitasnya hanya dari pemahaman sejarah sepihak dan mencoba untuk membenarkan agresi yang melanggar hukum," katanya.
Dikatakan sikap salah Armenia yang memicu nasionalisme agresif ini menyedihkan, tetapi tidak mengejutkan.
Kementerian menambahkan bahwa pihak berwenang Armenia harus bertindak bijak dan belajar sesegera mungkin untuk menjadi bagian dari solusi daripada masalah di Kaukasus Selatan.
Keyword : Pemerintah Turki Azerbaijan