Komisi III DPR Minta Penegak Hukum Segera Tangkap Djoko Tjandra
Rabu, 15/07/2020 18:19 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Komisi III DPR meminta aparat penegak hukum segera menangkap buronan Djoko Tjandra. Sebab, Djoko Tjandra telah mencoreng negara khususnya aparat penegak hukum.
Anggota
Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Eva Yuliana mengatakan, penegak hukum harus bekerja lebih keras untuk segera menciduk sang buronan itu.
“Saya meminta Polri dan Kejagung untuk bersinergi agar bisa sesegera mungkin menangkap
Djoko Tjandra. Segera bentuk tim khusus, karena ulah satu orang Ini, wajah hukum kita tercoreng,” tegas Eva, kepada wartawan, Jakarta, Rabu (15/7).
Dalam kesempatan itu, Eva mendorong agar
Komisi III DPR segera mengadakan rapat gabungan antara Kejagung, Polri, dan Kemenkumham agar bisa memastikan lembaga penegak hukum dapat bersinergi.
“Kami dari Fraksi NasDem akan mendorong diadakannya rapat gabungan penegak hukum, agar kasus ini bisa segera terselesaikan,” ujar Eva.
Djoko Tjandra diduga masuk dan keluar Indonesia tanpa melalui jalur resmi. Karena sampi hari ini, Ditjen Imigrasi mengatakan tidak ada data perlintasan atas nama
Djoko Tjandra.
Diketahui,
Djoko Tjandra pernah divonis bebas dalam perkara korupsi cessie Bank Bali tersebut. Pada bulan Oktober tahun 2008, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) membebaskannya dari segala tuntutan hukum.
Namun Kejaksaan Agung tak menyerah dan akhirnya mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Hasilnya, MA pada Juni 2009 akhirnya memutus perkara ini dan menghukum
Djoko Tjandra dengan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 15 juta.
Selain itu, MA memerintahkan untuk merampas uang hasil kejahatan
Djoko Tjandra senilai Rp 546 miliar untuk negara. Pada akhirnya,
Djoko Tjandra kabur ke Papua Nugini sehari setelah putusan PK oleh MA ditetapkan.
TERKINI
Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia
Ini Sejarah dan Makna Dibalik Peringatan Hari Memaafkan Sedunia
Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko
Mengapa Hari Pustakawan Indonesia Diperingati Setiap 7 Juli?