Kamis, 15/09/2016 20:44 WIB
Jakarta - Prostitusi anak di bawah umur telah membentuk sejumlah jaringan sindikat yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Begitulah penuturan Arist Merdeka Sirait, seorang aktifis perlindungan anak saat berbicara dalam Dialog Polri: Menguak Tabir Prostitusi Online Anak, Kamis (15/9) di Jakarta.
"Mereka telah membentuk jaringan yang terus bergerak di berbagai daerah. Di antaranya, jaringan Kebon Kacang di Jakarta, Nagoya dan Natuna di Batam, Pasir Putih di Lampung, Senggigi di NTB, Denpasar di Bali dan lain sebagainya," ujarnya.
Baca juga :
Ketum Muhammadiyah: Prostitusi Anak/" style="text-decoration:none;color:red;">Prostitusi Anak Akibat Orang Tua Minim Pendidikan Agama
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembegalan Anggota Damkar di Jakut
Tak Sengaja Tertangkap, Para Nelayan Berusaha Melepas Kembali Paus ke Laut
Balita Hipotermia saat Naik Gunung Ungaran Bersama Orang Tuanya
Tiga Tersangka Prostitusi Anak/" style="text-decoration:none;color:red;">Prostitusi Anak Dijerat Pasal Berlapis
Arist meminta setiap pihak agar peka dan tanggap dalam menyikapi kasus prostitusi online yang dapat mengancam generasi bangsa. Terlebih dengan perkembangan internet yang cukup pesat, membuka peluang besar bagi anak-anak untuk terjerumus dalam kejahatan seksual ini.
"Mereka yang dikenal sebagai predator online ini awalnya melakukan komunikasi dengan anak-anak dan remaja lewat internet. Kemudian perlahan-lahan melakukan pendekatan melalui chat room, instant messaging, forum internet, dan berbagai situs jejaring sosial lainnya," kata Arist.