Rabu, 24/06/2020 20:09 WIB
Beijing, Jurnas.com - Kementerian Pertahanan (Kementan) China mengatakan India bertanggung jawab atas bentrokan perbatasan baru-baru ini yang menewaskan 20 tentara India.
Kemenhan China mengatakan pada akun media sosial pada Rabu (24/6) bahwa tindakan India selama 15 Juni menghadapi pelanggaran konsensus antara kedua negara dalam provokasi sepihak.
Sebanyak 20 tentara India terbunuh dalam perkelahian fisik dengan pasukan China di Lembah Galwan. Para pejabat India mengatakan tentara menggunakan tongkat, batu, dan tinju mereka, tetapi tidak ada tembakan yang dilakukan berdasarkan kesepakatan di daerah perbatasan yang disengketakan.
Sebaliknya, tidak ada korban jiwa dari pihak China dalam pertempuran, yang merupakan dua negara paling mematikan dalam 45 tahun.
China Kecam Rencana AS Larang Laboratorium Uji Perangkat Elektronik
Aksi Heroik Sopir di China: Truk Terbakar, Langsung Dibawa ke Damkar
Ketegangan Diplomatik Gerus Jumlah Kunjungan Turis Jepang ke China
Pada Selasa (23/6), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan Beijing dan New Delhi sudah setuju melakukan penurunan tensi di wilayah perbatasan itu.
Bentrokan itu secara singkat menggerakkan sentimen anti-China di India, dengan protes kecil dan seruan dari konfederasi pedagang setempat untuk memboikot produk-produk China.
Namun, Perdana Menteri India, Narendra Modi tampaknya mengecilkan insiden itu dengan mengakui bahwa tidak ada pelanggaran terhadap wilayah India.
"Tidak ada yang menyusup ke perbatasan kami, tidak ada orang di sana sekarang, juga tidak ada pos kami ditangkap," kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Jumat lalu. (Press TV)
Keyword : Sengketa PerbatasanIndiaChina