Rabu, 17/06/2020 17:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hingga Mei 2020, PT Pegadaian (Persero) sukses catat laba Rp1,32 triliun di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19) yang hambat aktivitas perekonomian.
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto memaparkan, outstanding pinjaman Pegadaian hingga Mei 2020 mencapai Rp52,12 triliun, jumlahnya meningkat 3,49% (year-to-date/ytd) dari Rp50,36 triliun pada Desember 2019.
Adapun, omset pinjaman Pegadaian hingga Mei 2019 tercatat senilai Rp65,6 triliun.
Perusahaan gadai dengan aset terbesar di Indonesia itu membukukan laba Rp1,32 triliun hingga Mei 2020. Capaian tersebut telah mencapai 42,4 persen dari perolehan laba tahun lalu senilai Rp3,1 triliun.
Warga Palestina Tewas Ditembak Israel di Dekat Hebron
Horor! Ribuan Lebah Serbu Wilayah Israel, Serang Bandara hingga Pesawat
Warga Beirut Selatan Masih Takut Menetap di Rumah Pasca Gencatan Senjata
"Kinerja per Mei rata-rata masih tumbuh. Laba masih oke, jumlah nasabah pun naik," ujar Kuswiyoto, Rabu (17/6/2020).
Hingga Mei 2019, Pegadaian telah merangkul 14,9 juta nasabah atau tumbuh hingga 7,5 persen (ytd) dari jumlah nasabah pada akhir tahun lalu sebanyak 13,8 juta orang. Menurut Kuswiyoto, pertambahan jumlah nasabah tersebut sagat mendorong pertumbuhan kinerja Pegadaian.
Total aset perusahaan pelat merah tersebut tercatat senilai Rp67,68 triliun pada Mei 2020, tumbuh 3,62 persen (ytd) dari Rp65,3 triliun pada penghujung 2019. Adapun, kredit macet (non performing loan/NPL) pada Mei 2020 tercatat sebesar 2,56 persen.
Sepanjang 2020, catatan NPL tertinggi terjadi pada April 2020 yang jumlahnya mencapai 3,05 persen, naik dari Januari sebesar 2 persen, Februari 2,35 persen, dan Maret 2,5 persen. Namun, jumlah kredit macet tersebut berhasil ditekan pada Mei 2020.