Senin, 12/09/2016 14:26 WIB
Jakarta - Penggusuran secara paksa oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap warga dinilai tidak manusiawi. Sebab, penggusuran itu dengan mengerahkan pasukan TNI dan Polri.
Demikian disampaikan mantan Menko Maritim Rizal Ramli yang juga sebagai bakal calon gubernur DKI, usai Sholat Idul Adha di Musholla Al Asr, Gang Arab, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (12/9).
Survei Indikator: Jelang Pemilihan, Pram-Doel Unggul di Pilkada Jakarta
Puan Soal Peluang Duet Anies-Andika di Pilgub Jakarta: Menarik
Pilgub DKI Anies Diusung PKB, PKS Gak Terima
Hal itu menanggapi rencana penggusuran warga Bukit Duri, Jakarta Selatan. Dimana, Ahok akan tetap melakukan penggusuran warga Bukit Duri, Jakarta Selatan, setelah Surat Peringatan (SP) 3 dilayangkan. SP3 itu sendiri rencananya akan dikeluarkan pada 14 September 2016 nanti.
Semestinya, kata Rizal, warga diajak untuk berdialog sebelum dilakukan relokasi. Seperti yang dilakukan Presiden Jokowi ketika menjabat sebagai Walikota Solo untuk membenahi pasar.