Rabu, 03/06/2020 17:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Seiring lonjakan pengguna sebagai imbas pemberlakukan bekerja dari rumah atau work from home, menambah kocek Perusahaan konferensi video, Zoom.
Saham perusahaan yang berbasis di San Jose, California, itu, seperti dilaporkan Reuters, Selasa (2/6/2020), naik hampir 5 persen, setelah pendapatan dan laba Zoom untuk kuartal pertama juga melampaui estimasi dengan selisih yang besar.
Perusahaan, yang telah mengubah diri dari alat telekonferensi yang berorientasi bisnis menjadi "tempat nongkrong" virtual, itu belakangan mendapat kecaman soal privasi dan keamanan, yang mendorongnya untuk melakukan peningkatan besar.
Laporan kuartalan terbaru menunjukkan bahwa Zoom kini memiliki peningkatan hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya.
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong
Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya
Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga
Zoom bersaing dengan layanan serupa Webex dari Cisco, Teams dari Microsoft dan Meet dari Google untuk pelanggan berbayar, sambil tetap menawarkan versi gratis kepada konsumen.
Zoom melaporkan pendapatan sebesar US$328,2 juta, mengalahkan perkiraan analis sebesar US$ 202,7 juta menurut data IBES dan Refinitiv.
Keyword : Zoom Aplikasi Pendapatan