Selasa, 02/06/2020 14:56 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat wabah pandemi virus corona, ekspor pertanian tetap memperlihatkan kinerja yang baik. Tercatat, ekspor pertanian April 2020 sebesar USD0,28 miliar atau tumbuh 12,66% dibandingkan periode yang sama 2019.
Berdasarkan sektornya, hanya sektor pertanian saja yang mengalami kenaikan ekspor secara Year of Year (YoY).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto dalam keterangan persnya juga menjelaskan bahwa pada periode Januari-April 2020, ekspor non migas Indonesia didominasi oleh eskpor lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$6,25 miliar atau 12,24%.
"Ini merupakan signal positif dan menjadi angin segar dimana pertanian dan olahannya memperlihatkan pertumbuhan yang positif," ujar Suhariyanto, Selasa (2/6).
Dasco Dorong OJK dan BEI Perkuat Tata Kelola Bursa Efek
DPR-Pemerintah Benahi Tata Kelola Ekspor untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Prabowo: Pancasila Harus jadi Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
Suhariyanto mengatakan, sektor pertanian memiliki peran yang cukup besar terhadap kinerja eskpor nasional.
Selain itu, Suhariyanto menyampaikan, upah nominal buruh tani juga mengalami kenaikan. Tercatat secara Month on Month (MoM) upah nominal pada April 2020 naik sebesar 0,12 persen dari bulan sebelumnya 55,254 menjadi 55,318.
"Namun untuk upah rill cenderung stabil dikisaran 52,214 dan tidak terjadi perubahan yang signifikan," jelasnya.