Jum'at, 09/09/2016 10:42 WIB
Jakarta - Baru-baru ini para peneliti Stanford memaparkan hasil temuan mereka, yakni sebuah kain yang terbuat dari bahan plastik, yang dapat membuat pemakainya tetap dingin meskipun berada di udara yang panas dan tanpa menggunakan AC (Air Conditioner).
“Jika anda dapat membuat orang tetap merasa dingin tanpa harus menuju gedung atau rumah yang ber-AC, ini tentu dapat menghemat energi,” sebut Yi Cui, seorang profesor ilmu teknik material dan foton di Stanford kepada harian Sciencedaily, Kamis (8/9).
Yi Cui menerangkan bahwa material ini bekerja dengan melepaskan panas dalam tubuh yang memungkinkan pemakainya dapat merasakan 4 derajat fahrenheit lebih dingin daripada mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan katun.
Layaknya kain pada umumnya, material yang terbuat dari plastik ini mendinginkan tubuh dengan cara membiarkan keringat menguap melalui bahan tersebut. Uniknya, kain plastik ini menawarkan sebuah mekanisme pendinginan yang revolusioner, yakni dengan memungkinkan panas dalam tubuh memancarkan radiasi inframerah keluar melewati kain.
Operasi Gabungan Prancis-AS Sita 2,4 Ton Kokain di Samudra Pasifik
Alasan Ka`bah Ditutup Kain Hitam, Ternyata Bukan Hanya Tradisi
LOHPU Usulkan Revisi UU Nomor 8 Tahun 1995
Semua benda, termasuk tubuh manusia membuang panas dalam bentuk radiasi inframerah, sebuah panjang gelombang yang tidak terlihat. Selimut dapat menghangatkan dengan menjebak emisi panas inframerah dekat dengan tubuh. Radiasi termal inilah yang membuat kita dapat terlihat dalam gelap melalui kacamata malam (night-vision goggles).
“40-60 persen panas dalam tubuh kita terbuang dalam bentuk radiasi inframerah,” kata Shanhui Fan, seorang profesor elektro yang membidangi ilmu fotonik, studi tentang cahaya yang terlihat dan tidak terlihat. “Namun hingga kini hanya ada sedikit bahkan hampir tidak ada penelitian yang merancang jenis tekstil yang sesuai dengan karakteristik radiasi termal,” tambahnya.