Selasa, 19/05/2020 21:19 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan kembali menyelenggarakan kegiatan "Bertani on Cloud" berbasis daring pada Selasa (19/5). Kali ini mengangkat tema "Budidaya Jahe Sistem Polybag".
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono dalam sambutanya mengapresiasi pelatihan berbasis daring. "Perkembangan IT begitu cepat, akhirnya Puslatan sukses membuat pelatihan dengan metode baru," kata Momon.
"Dalam kesulitan selalu ada kemudahan. Pandemi virus corona memaksa siapapun untuk terus berkreatifitas, jika ingin bertahan. Seperti metode pelatihan ini. Dua tahun lalu pelatihan seperti baru sebatas wacana," tambahnya.
Menurut Momon, menyikapi kondisi sekarang, metodologi dan materi pelatihan harus berubah. Saat ini, materi pelatihan yang disajikan masih sebatas merespon kebutuhan petani.
Di Tengah Ketidakpastian Global, Peluang Bisnis 2026 Tetap Terbuka
Patut Dicoba, Ini Ide Bisnis Ibu Rumah Tangga di Bulan Ramadan
7 Ide Bisnis Menguntungkan di Bulan Ramadan
Ke depan, lanjut Momon, elearning ini diharapkan dapat menyelenggarakan pelatihan yang berbasis kompetensi, sehingga mampu menjawab kebutuhan stakeholders pertanian secara luas.
"Ke depan, Puslatan seharusnya dapat menyelenggarakan pelatihan berbais kompetensi dengan memperhatikan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)," harap Momon.
Sementara itu, Momon juga berharap, dinamika perkembangan virus corona serta isu kemarau panjang juga harus disikapi dengan bijak. Begitupun peringatan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang memprediksi akan terjadi krisis pangan setelah corona berlalu.
"Tema-tema pelatihan ke depan lebih banyak mengangkat materi ketahanan pangan, optimalisasi lahan kosong, serta sumber karbohidrat selain beras," kata Momon.
Menyikapi hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan akan menyajikan materi-materi pelatihan sesuai yang dibutuhkan saat ini.
"Apapun yang terjadi, pertanian tidak tidak boleh berhenti, sebab semuanya butuh pangan," kata Dedi.