Selasa, 19/05/2020 06:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pemerintah koalisi baru Israel harus memperluas kedaulatan negara atas Tepi Barat yang diduduki.
"Sudah waktunya untuk menerapkan hukum Israel dan menulis bab lain yang mulia dalam sejarah Zionisme," kata Netanyahu selama pertemuan Komisi Umum Knesset untuk membahas sumpah pemerintah koalisi baru dilansir Middleeast, Selasa (19/05).
"Wilayah-wilayah ini (permukiman ilegal Yahudi Israel di Tepi Barat yang diduduki) adalah tempat di mana bangsa Yahudi dilahirkan dan tumbuh," tambahnya.
"Ini tidak akan menjauhkan kita dari perdamaian, itu akan membawa kita lebih dekat."
Kematian Anak Melonjak di Tepi Barat, PBB Kecam Israel
Uni Eropa Sepakati Sanksi Baru ke Pemukim Israel di Tepi Barat
Netanyahu Berencana Lepas dari Ketergantungan Militer AS
Pemimpin Likud menandatangani perjanjian dengan saingannya Benny Gantz dari aliansi Biru dan Putih untuk membentuk pemerintah koalisi berdasarkan perjanjian untuk mencaplok permukiman ilegal Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki.
Arab dan Meretz MK mengecam Netanyahu berulang kali selama pidatonya di Knesset dan berteriak: "suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan," mengacu pada tuduhan korupsi terhadapnya.
Keyword : Benjamin NetanyahuTepi Barat