Senin, 27/04/2020 09:50 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ribuan orang berkumpul di Tel Aviv untuk memprotes Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk memusatkan kekuasaan pada manajemen COVID-19, Minggu (26/04) waktu setempat.
Para pemrotes di Rabin Square berunjuk rasa untuk menolak upaya Netanyahu untuk menempatkan lebih banyak kekuasaan pada manajemen virus di tangannya.
"Demonstran mematuhi aturan jarak sosial selama protes," kata surat kabar Israel seperti dikutip Middleeast Monitor, Senin (27/04).
Sebelumnya, jumlah kasus virus corona di Israel melewati 15.000 dan jumlah kematian mendekati 200.
Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Militer di Lebanon
Media Israel Sebut Pasukan Israel Bersiap Mencegat Armada Bantuan Gaza
Langgar Gencatan Senjata, Netanyahu: Kami Kuasai 60 Persen Gaza
Setelah berasal dari China Desember lalu, COVID-19 telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah. Eropa dan AS saat ini merupakan wilayah yang paling parah dilanda.
Pandemi telah menewaskan lebih dari 202.300 di seluruh dunia, dengan total infeksi mendekati 2,9 juta, sementara lebih dari 814.000 pasien telah pulih, menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.
Keyword : Presiden Israel Benjamin Netanyahu