Meski Dilarang, 100.000 Warga Bangladesh Nekat Hadiri Pemakaman Ulama

Senin, 20/04/2020 07:50 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Lebih dari 100.000 orang di Bangladesh menentang pembatasan pertemuan massal untuk menghadiri pemakaman ulama Muslim Maulana Zubayer Ahmad Ansari pada Minggu (19/04) waktu setempat.

Mohammad Maunul Haque, sekretaris jenderal gabungan partai Islam, mengatakan orang - orang berjalan ke jalan-jalan di distrik Brahmanbaria dari daerah sekitarnya menentang larangan negara itu lebih dari lima orang menghadiri doa pada satu waktu untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Polisi tidak dapat menahan kerumunan setelah petugas polisi Shahadat Hossain Tipu mengatakan bahwa para pejabat mendesak keluarga Ansari untuk mengadakan pemakaman dengan hanya saudara dekat.

"Kami tidak pernah berpikir bahwa sejumlah besar orang akan muncul pada saat ada kuncian di seluruh negeri. Mereka datang dari semua sisi bahkan melalui ladang dan rute yang biasanya tidak digunakan lainnya," kata Tipu dilansir UPI, Senin (20/04).

Juru bicara Pusat Kepolisian Bangladesh, Sohel Rana mengatakan, petugas yang bertanggung jawab dan asisten pengawas ditarik dari acara tersebut dan polisi membentuk sebuah komite untuk menentukan bagaimana pertemuan besar semacam itu diizinkan terbentuk.

Bangladesh telah mencatat 2.456 kasus COVID-19 dan 91 kematian terkait dengan virus tersebut.

TERKINI
Anggota DPR: Pencabutan Status Bandara Internasional Perlu Dikaji Ulang KPU Tak Hadir Sidang Sengketa Pileg, Hakim MK Ngamuk Aksi Demo Mahasiswa di AS Tanda Kesadaran Global Israel Negara Penjajah Nurul Ghufron Tak Hadir, Dewas KPK Terpaksa Tunda Sidang Etik