Minggu, 19/04/2020 20:09 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Ketidak jujuran pasien ketika berobat atau saat ditanya perihal kronologi penyakitnya menjadi pemicu banyaknya kasus perawat atau dokter yang terinfeksi Covid-19.
Demikian kisah Nurdiansyah, salah satu perawat yang turut menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, ketika berbagi pengalamannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (19/4/2020).
“Sudah mulai banyak kasus-kasus yang terjadi dengan kita. Beberapa teman ada yang dirawat. Teman-teman yang tertular dari pasien. Ada yang tertular karena mungkin ketidakjujuran (pasien). Bulan ini kita penuh duka, angka positif dari teman-teman kita semakin banyak, yang meninggal juga,” ungkap Nurdiansyah dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (19/4/2020).
Lebih dari itu, Nurdiansyah juga berkisah tentang apa yang sudah dialami oleh rekan-rekannya tentang stigma negatif tenaga medis, khususnya di lingkungan tempat tinggalnya. Mulai dari diusir hingga anggota keluarganya diasingkan dan dikucilkan oleh tentangga.
13 Negara Top 50 Peringkat FIFA yang Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026
Netanyahu Perintahkan Serangan Udara, Warga Dahiyeh Mulai Melarikan Diri
Mengenal Sejarah Berdirinya BPIP dan Tugasnya
“Stigma yang negatif tentang perawat Covid-19 mulai dari diusir dari rumah kontrakan, kemudian anak dari perawat juga diasingkan dengan anak tetangganya,” ungkap Nurdiansyah.
Oleh karenanya, pria yang tadinya bekerja untuk pasien HIV/AIDS itu menyampaikan harapan kepada semua pihak, pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan. Menurutnya, satu-satunya upaya melawan Covid-19 dengan pencegahan. Garda terdepan untuk pencegahan yakni masyarakat.
"Mari sama-sama kita lakukan pencegahan. Dalam hal ini garda terdepan adalah masyarakat,” tuturnya.
Keyword : pasien tak jujur infeksi covid-19 corona