Sabtu, 04/04/2020 07:10 WIB
Moskow, Jurnas.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin sudah menyatakan kesiapan negaranya bekerja sama dengan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) untuk memangkas produksi minyak.
Lewat telekoferensi yang disiarkan televisi dengan pejabat pemerintah Rusia dan produsen minyak dalam negeri pada Jumat (3/4), Putin mengatakan, Moskow siap untuk perjanjian dalam kerangka kerja kelompok OPEC + dan AS.
"Saya percaya bahwa perlu menggabungkan upaya untuk menyeimbangkan pasar dan mengurangi produksi," tambahnya, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Kremlin.
Harga minyak mentah jatuh ke level terendah dalam 18 tahun terakahir setelah pertemuan OPEC dan sekutunya (OPEC +, Red) bulan lalu gagal memperpanjang pemotongan minyak yang sebelumnya disepakati anggota OPEC karena ketidaksepakatan khusus antara Arab Saudi dan Rusia.
Saudi Berlakukan Aturan Baru Masuk Makkah jelang Musim Haji
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
DPR Pastikan Penyelenggaraan Haji 2026 Berjalan Aman dan Nyaman
Saat itu, Rusia menolak untuk menyetujui proposal yang meminta tambahan 1,5 juta barel per hari (bpd) pemotongan minyak sampai akhir 2020 untuk melawan dampak pandemi virus corona.
Pada telekonferensi itu juga, Putin mengusulkan pengurangan volume produksi minyak sekitar 10 juta barel per hari, atau sekitar 10% dari output global.
Pernyataan Putin datang ketika kelompok produsen minyak OPEC berencana untuk bertemu pada 6 April melalui konferensi video, menurut sumber yang dekat dengan organisasi itu. (Press TV)