Presiden Iran: Tak Ada yang Tahu Kapan Corona Berakhir

Jum'at, 03/04/2020 14:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan bahwa pandemi virus corona dan pembatasan yang diberlakukan untuk menahannya, dapat tetap sampai akhir tahun kalender Iran.

“Tidak ada yang tahu kapan pandemi coronavirus akan berakhir. Itu mungkin berlanjut dalam tiga bulan ke depan, dan itu mungkin tetap sampai akhir tahun ini (20 Maret, 2021 menurut kalender Iran),” katanya dilansir Middleeast, Jumat (03/04).

Rouhani menekankan pentingnya mematuhi aturan dan tindakan Kementerian Kesehatan Iran agar mempercepat proses penanganan virus corona yang menyerang hampir seluruh wilayah di dunia.

"Tindakan pemerintah ada dua, yang pertama adalah memerangi virus corona, yang kedua, memerangi kemiskinan, terutama karena banyak orang Iran telah kehilangan sumber pendapatan mereka karena langkah-langkah yang diambil terhadap pandemi," ujarnya.

Sebelumnya pada Kamis, pemerintah Iran mengumumkan peningkatan jumlah kematian akibat virus korona menjadi 3.160 kasus, termasuk 124 kematian dalam 24 jam terakhir saja.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Kianoush Jahanpour , jumlah total orang yang terinfeksi COVID-19 adalah 50.468, termasuk 2.975 kasus yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir.

Sejauh ini, 16.711 kasus telah pulih di seluruh negeri, dengan 3.956 kasus dalam kondisi kritis, menurut catatan resmi.

Pada Kamis siang, jumlah kasus yang terinfeksi oleh pandemi global di seluruh dunia berjumlah 950.000, di mana lebih dari 48.000 telah meninggal dan lebih dari 202.000 telah pulih, menurut situs web Worldometer .

TERKINI
Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989 Mengintip Peringkat Rupiah di ASEAN usai Dolar Tembus Rp18.000 Tok! Parlemen AS Sepakat Hentikan Aksi Militer terhadap Iran Uni Eropa Proses Keanggotaan Ukraina dan Moldova ke Tahap Lanjut