Kamis, 19/03/2020 07:45 WIB
New York, Jurnas.com - Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengatakan, lebih dari 850 juta anak muda, yang merupakan sekitar setengah dari populasi pelajar dunia, tidak bersekolah karena penutupan sekolah dan universitas setelah pendemi virus corona.
UNESCO mengatakan, 102 negara sudah menutup semua sekolah mereka, sementara penutupan parsial dilaporkan di 11 negara lainnya. Namun, diperkirakan masih akan terjadi penutupan sekolah yang lebih banyak.
"Lebih dari 850 juta anak-anak dan remaja, sekitar setengah dari populasi pelajar dunia, harus menjauh dari sekolah dan universitas," kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan, Rabu (18/3).
"Ini mewakili lebih dari dua kali lipat dalam empat hari dalam jumlah pelajar yang dilarang pergi ke lembaga pendidikan," sambungnya.
Kisah di Balik Pantun yang Bergema di Sidang Unesco 2025
Sejarah Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi Sidang Umum Unesco
Jejak Kejayaan Persia di Kota-Kota Tua Iran
UNESCO menggambarkan skala dan kecepatan penutupan sekolah dan universitas sebagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk sektor pendidikan.
Organisasi itu mengatakan beberapa negara bergegas untuk mengisi kekosongan dengan menyediakan kelas video real-time dan solusi teknologi tinggi lainnya, sementara yang lain menawarkan kelas melalui televisi atau radio.
"Situasi saat ini memberikan tantangan besar bagi negara-negara untuk dapat memberikan pembelajaran tanpa gangguan bagi semua anak dan remaja secara adil," katanya.
UNESCO mengadakan pertemuan virtual rutin dengan para menteri pendidikan di seluruh dunia untuk menemukan solusi terbaik dan mengatur prioritas. (Press TV)