Kamis, 18/08/2016 15:18 WIB
Jakarta - Pemerintah telah ajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 dengan total belanja Rp2.070,4 triliun atau turun tipis dari 2016 yang sebesar Rp2.082,9 triliun.
Dalam dokumen RAPBN 2017 menyebutkan, tahun depan, pemerintah harus membayar bunga utang Rp221,4 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan 2016 yang sebesar Rp191,2 triliun.
Rinciannya, untuk pembayaran bunga utang dalam negeri adalah Rp 205,6 triliun, naik dari 2016 yang sebesar Rp 174 triliun.
Kemudian untuk bunga utang luar negeri adalah Rp 15,7 triliun, atau turun dari 2016 yang sebesar Rp 17,2 triliun.
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Parlemen Klaim Kemenangan Iran, Sebut Gencatan Senjata Strategi
Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola
Pemerintah masih merancang postur anggaran dengan skema defisit. Artinya diperlukan penarikan utang untuk menutupi belanja negara yang lebih besar. Karena itu, tahun depan pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 389 triliun secara netto.
Keyword : Kemenkeu RAPBN 2017 Bunga Utang