Rabu, 04/03/2020 18:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Rusia membantah laporan penyelidikan PBB yang menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di provinsi Idlib, Suriah.
Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan bahwa Komisi Penyelidikan Internasional Independen mengenai Suriah, yang merilis laporannya pada Senin, tidak mengetahui kondisi lapangan di Suriah.
"Jelas bahwa tidak ada komisi yang dapat memperoleh informasi yang dapat dipercaya tentang apa yang terjadi di lapangan," kata Peskov dilansir Middleeastmonitor.
Menurut Preskov, tuduhan tersebut sepihak karena laporan PBB tidak memasukkan informasi tentang kegiatan teroris di daerah tersebut.
Eks Kepala Staf AU Era Assad Ditangkap Terkait Serangan Kimia
Deportasi Anak-anak Ukraina, Rusia Lakukan Kejahatan Perang
Rusia Tawarkan Jadi Mediator Iran dan Amerika Serikat
"Kami sama sekali tidak menerima tuduhan yang terkandung dalam laporan," ujarnya.
Laporan PBB mencakup periode dari Juli 2019 hingga Februari 2020 di mana, diduga, Rusia melakukan kejahatan perang dengan meluncurkan serangan tanpa pandang bulu di wilayah sipil.
Serangan udara di pasar yang ramai di kota Maarat Al-Numan pada 22 Juli tahun lalu dan sebuah kamp untuk para pengungsi di Hass di Idlib pedesaan pada 16 Agustus dikutip oleh PBB.