Jum'at, 15/05/2026 17:01 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.
"Amerika Serikat telah menunjukkan kepada dunia selama 16 bulan luar biasa pemerintahan Trump, yang mencakup pasar saham dan dana pensiun 401K pada level tertinggi sepanjang masa, kemenangan militer dan hubungan yang berkembang di Venezuela, penghancuran militer Iran (bersambung!)," tulis Trump di platform Truth Social.
Diketahui, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Iran lalu membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April yang dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad, meski berakhir tanpa hasil.
Trump Akhiri Kunjungan ke China, Ini Hasil Pertemuannya
China Sebut Kunjungan Trump Sepakati Stabilitas Strategis Baru dengan AS
Trump: Sindiran Xi Tentang "AS Alami Kemunduran" Ditujukan untuk Era Biden
Di tengah kebuntuan, Trump memperpanjang penghentian permusuhan guna memberi Iran waktu untuk mengajukan "proposal terpadu."
Eskalasi konflik tersebut mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga bahan bakar.
Keyword : Iran ASPerang IranDonald Trump