Mesir Deportasi Penulis Palestina

Selasa, 03/03/2020 19:20 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Mesir telah mendeportasi penulis Palestina Bisan Al-Adwan dari Mesir setelah menahannya di kantor polisi selama seminggu.

Bisan telah tinggal di Mesir sejak ia masih kecil dan mengelola Rumah Percetakan dan Penerbitan Ibn Rushd. Pada 13 Februari, Serikat Penulis Mesir menghormatinya dengan sebuah penghargaan.

Bisan ditahan setelah memperbarui izin tinggalnya minggu lalu. Dia hidup dan menjadi penjaga bagi ibunya yang sudah lanjut usia, yang sekarang hidup sendirian.

Dilansir Middleeastmonitor, dalam sebuah posting Facebook, Bisan menulis bahwa dia tidak terlibat dalam kegiatan politik dan akan bekerja untuk kembali ke Mesir.

Pers pro-rezim telah meningkatkan retorika terhadap warga negara ganda Mesir-Palestina dan menuduh tahanan membiayai kelompok-kelompok teror di Palestina.

Pihak berwenang telah menahan Ramy Shaath , koordinator umum gerakan boikot Mesir, dan rekannya Mohamed El-Massry.

Menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang apa yang disebut " kesepakatan abad ini ", intelijen Mesir mengirim pesan WhatsApp kepada editor media terkemuka dengan instruksi tentang cara melaporkan pengumuman tersebut.

Dalam hal kerja sama keamanan, Mesir dan Israel tidak pernah lebih dekat dan sedang melakukan kampanye bersama di Semenanjung Sinai.

Israel akan menjadi tuan rumah festival musik yang akan datang di Semenanjung Sinai Mesir di tengah perang berkepanjangan pemerintah melawan teror yang telah dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia sebagai perang terhadap warga sipil.

TERKINI
Studi Global Ingatkan Konservasi Alam Tak Bisa Abaikan Warga Lokal Prabowo Umumkan Ekspor Batu Bara dan Kelapa Sawit Wajib Lewat BUMN Igor Tolic Tegaskan Persib Belum Bicara Soal Pesta Juara Di Hadapan Prabowo, Puan: DPR Dukung Program Pemerintah Selama untuk Rakyat