Keluarga Bung Hatta Tak Nyaman Ahok Diberi Award

Kamis, 11/08/2016 09:47 WIB

Jakarta - Keluarga besar Bung Hatta menyatakan ketidaknyamanannya atas pemberian anugerah 'Hatta Anti Corruption Award' kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam siaran tertulis yang diterima jurnas.com, Sri Edi Swasono yang merupakan suami dari Meutia Hatta (putri Bung Hatta) menyatakan, keluarga besar Bung Hatta sangat tidak nyaman atas pemberian penghargaan kepada Ahok. Pasalnya, kelakuan Ahok memang sangat jauh dari pekerti Bung Hatta sebagai tokoh pejuang nasional dan sosok panutan bangsa.

"Melihat tingkah laku Pak Ahok yang tidak santun, sangat arogan, sangat brutal, plin-plan, ucapan-ucapannya yang jauh dari pekerti luhur yang seharusnya disandang seorang pemimpin Indonesia, jauh dari pekerti Bung Hatta, plus pemberitaan-pemberitaan luas luar biasa, dengan indikasi-indikasi penyalahgunaan  keluasaan dan korupsi, TELAH MEMBUAT KELUARGA HATTA TIDAK NYAMAN SAMA SEKALI," tandas Sri berbicara atas nama keluarga Bung Hatta.

Guru Besar Universitas Indonesia ini juga menjelaskan, pemberian penghargaan 'Hatta Anti Corruption Award' sama sekali tidak melibatkan keluarga Bung Hatta, selain hanya sebatas minta izin membuat Bung Hatta Anti Corruption Award.

Diceritakan Sri Edi, kejadian bermula ketika Teten Masduki dari ICW mengirimkan surat kepada Meutia Hatta pada Maret 2003. Surat itu berisi permintaan menggunakan nama Hatta untuk penghargaan kepada tokoh-tokoh jujur, bersih, tidak korup sesuai dengan kepribadian dan keteladanan Bung Hatta.Tetapi selanjutnya yang memilih, menseleksi , dan menetapkan penerima-penerima Bung Hatta Anti Corruption Award sama sekali bukan Keluarga Bung Hatta, melainkan ICW  yang membentuk organisasi BHACA. "Merekalah yang kemudian membentuk tim juri," jelas Sri Edi.

Dengan dasar inilah, Sri Edi mengaku perlu memberikan keterangan mengingat nama baik Bung Hatta sebagai tokoh pahlawan nasional harus dijaga.

Sikap keluarga Bung Hatta ini juga sejalan dengan protes yang dilayangkan 20 organisasi massa pimpinan Mayjen TNI Purn Prijanto (mantan Wagub DKI).

"20 organisasi massa itu pada 10 Agustus 2016 menemui Kel Bung Hatta (di rumah kami/saya dan Meutia) untuk memprotes mengapa menganugerahkan Hatta Anti Corruption Award kepada Ahok. Dan memang kami pun merasa tidak nyaman sama sekali atas kejadian ini," tutup Sri Edi.

TERKINI
Ini Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat Deretan Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat, Apa Saja?