Jum'at, 24/01/2020 13:20 WIB
Beijing, Jurnas.com - China membenarkan telah terjadi kematian kedua akibat virus korona di luar Kota Wuhan, lokasi awal penyebaran virus yang telah menginfeksi ratusan orang.
Dengan demikian, virus yang belum ditemukan vaksinnya ini sudah menewaskan 26 orang, di mana 24 di antaranya telah terjadi Kota Wuhan, Provinsi Hubei.
Menurut laporan, kematian terbaru ditemukan di Provinsi Heilongjiang yang berjarak 2.000 kilometer dari Wuhan, dan berbatasan dengan Rusia.
Dikutip dari CNA pada Jumat (24/1), kematian ini menyusul laporan sebelumnya yang menyebut bahwa seorang pria berusia 80 tahun yang didiagnosis terkena virus baru, meninggal pada 22 Januari lalu di Provinsi Hebei Utara.
Korban Tewas Banjir Nepal Tembus 1.385 Orang, Ribuan Lainnya Masih Hilang
Mahfuz Sidik Prediksi akan Terjadi Perang Dingin antara AS dan China
10 Hari Terjebak, Warga China Ditemukan Selamat dari Banjir Bandang Nepal
Jutaan orang terisolasi di Hubei setelah transportasi umum dihentikan sementara. Kota Wuhan juga dikarantina, sebuah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat (24/1) ini mengatakan jumlah kasus yang dikonfirmasi telah melompat ke angka 830 orang.
Virus yang dimulai di kota Wuhan, provinsi Hubei, telah menyebar ke kota-kota besar lainnya termasuk Beijing, Shanghai dan Hong Kong.
Kasus tersebut juga dikonfirmasi di Singapura, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam dan Amerika Serikat.
Keyword : Virus KoronaChina