Erdogan Berlakukan Darurat Turki

Kamis, 21/07/2016 10:49 WIB

Turki - Pemerintahan Turki telah memberlakukan keadaan darurat selama tiga bulan, setelah insiden kudeta yang gagal dilakukan pada pekan lalu. juga melarang semua akademisi pergi ke luar negeri dalam rangka pembersihan pegawai negeri yang dicurigai terkait atas upaya kudeta tersebut.

Keadaan darurat disampaikan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan saat pidato nasional yang disiarkan televisi, Rabu (20/07) malam waktu setempat, Presiden Erdogan mengatakan keadaan darurat memungkinkan pemerintah mengejar orang-orang yang bertanggung jawab atas kudeta, yaitu pendukung ulama Turki di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Erdogan juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Turki atas keberanian mereka mengalahkan kudeta. Ia mengatakan kegagalan kudeta adalah titik balik sejarah Turki, hari ketika demokrasi tak bisa dikalahkan.

Erdogan sebelumnya memperingatkan masih akan ada pengangkatan dan pemberhentian ketika aparat keamanan menginterogasi puluhan ribu orang yang ditahan atau diskors. Mereka ini berasal dari jajaran militer, PNS, dan lingkungan pendidikan.

Mereka yang ditahan termasuk 99 perwira tinggi militer yang sekarang secara resmi dikenai dakwaan. Hingga kini lebih dari 50.000 orang ditangkap, dipecat atau diberhentikan sementara.

Sedang para akademisi yang saat ini berada di luar negeri untuk bekerja atau belajar diminta untuk kembali ke Turki sesegera mungkin. Sejauh ini sekitar 1.577 dekan, 21.000 guru, dan 15.000 pejabat Kementerian Pendidikan sudah diminta mengundurkan diri. Mereka dicurigai terkait dengan Fethullah Gulen, yang dituduh sebagai otak di balik upaya kudeta. (BBC)

TERKINI
ICW Soroti LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Kabinet Belum Tayang Israel Serang Lebanon Selatan dan Timur, Enam Orang Tewas Perluas Pasar, ASDP Ikutkan UMKM Binaan ke Inabuyer 2026 Trump Siap Hentikan Perang Jika Iran Patuhi Kesepakatan Baru