AS-Meksiko Sepakat Perangi Perdagangan Gelap

Jum'at, 17/01/2020 08:40 WIB

Mexico City, Jurnas.com - Meksiko dan Amerika Serikat (AS) menyetujui rencana untuk memerangi perdagangan gelap senjata, obat-obatan dan uang, pada Kamis (Jumat waktu setempat).

Dikutip dari Reuters, kesepakatan ini dihasilkan setelah pertemuan antara Jaksa Agung AS William Barr dan para pejabat tinggi Meksiko.

Kedua negara tetangga itu juga sepakat untuk bekerja sama mengurangi konsumsi obat dan memerangi kecanduan, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Meksiko.

"Sejumlah kemajuan dalam masalah perdagangan senjata dibahas dengan tujuan menganalisis, bagaimana melaksanakan operasi dengan teknologi non-intrusif di titik-titik utama perbatasan, untuk menghentikan pergerakan senjata dan amunisi ke negara kita," kata Kemlu Meksiko.

Pada November lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menunjuk kartel narkoba Meksiko sebagai kelompok teroris setelah serangkaian penyimpangan keamanan, termasuk pembunuhan sembilan perempuan dan anak-anak warga AS-Meksiko di Meksiko utara.

Ancaman tersebut mendorong Meksiko untuk untuk menggelar pembicaraan dengan AS, saat Barr melakukan kunjungan awal ke negara itu bulan lalu.

Sementara itu, Meksiko telah menyiapkan paket reformasi peradilan yang dapat memungkinkan keran kawat digunakan sebagai bukti di pengadilan, serta langkah-langkah untuk membatasi tantangan hukum untuk menghindari keterlambatan ekstradisi bagi tersangka kriminal.

Reformasi semacam itu dapat memfasilitasi kerja sama keamanan antara Meksiko dan Amerika Serikat, yang di bawah Trump telah menekan Lopez Obrador untuk memperketat keamanan perbatasan, guna membendung aliran migran ke utara dari Amerika Tengah.

TERKINI
Lestari Moerdijat: Masalah Guru Jangan Dipahami Hanya Administratif Semata Wamendagri Sebut 11 OTT Kepala Daerah Jadi Alarm Pemberantasan Korupsi Plt Wali Kota Madiun Bungkam Usai Diperiksa 10 Jam Terkait Kasus Maidi Legislator Golkar: RUU Pemilu Tetap Harus Jadi Inisiatif DPR