Tangisan Erdogan di Makam Korban Kudeta

Senin, 18/07/2016 11:47 WIB

Turki - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menangis dan sempat tercekat ketika memberikan sambutan di pemakaman kawan dekat dan sekutu politiknya, Erol Olcak.  Saat itu, ribuan orang di Turki bersama  Presiden Erdogan menghadiri pemakaman korban tewas dalam upaya kudeta pada Jumat malam.

Kementerian Luar Negeri menyebut korban tewas hampir 300 orang, 1.400 lainnya luka-luka. Kementerian Kehakiman mengatakan, sekitar 6.000 orang telah ditahan, termasuk perwira tinggi militer, hakim, dan jaksa.

Sebelumnya, Erdogan bertekad membersihkan lembaga-lembaga negara, dari apa yang ia sebut sebagai virus penyebab kudeta yang gagal. Dalam kesempatan terpisah, Presiden Erdogan kembali menegasnya bahwa negaranya akan mempertimbangkan menerapkan lagi hukuman mati setelah terjadi kudeta yang gagal.

Erdogan mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab melawan negara akan membayar dengan harga sangat mahal. Ia mengatakan ulama yang mengasingkan diri di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, yang merupakan mantan sekutu, adalah dalang kudeta.

Namun Gulen membantah dan mengatakan terbuka kemungkinan kudeta didalangi sendiri oleh Erdogan. (bbc)

TERKINI
Waspadai Berbagai Kasus Kanker pada Anak, Apa Saja Gejalanya? 20 Ucapan Iduladha 2026 Bahasa Arab Lengkap dengan Artinya Hari Tiroid Sedunia Setiap 25 Mei, Ini Sejarah dan Awal Mula Peringatannya 25 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini