Selasa, 14/01/2020 20:34 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) sudah masuk dalam pantauan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Bahkan, saat ini Prabowo sedang mempelajari kasus tersebut.
"Ketika mendapat laporan terkait dengan dugaan korupsi di ASABRI, Menhan sedang mempelajari," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (14/01/2020).
Prabowo saat ini menunggu informasi lengkap permasalahannya dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Meski ASABRI adalah BUMN yang secara hierarkis di bawah koordinasi Kementerian BUMN, Menhan berkepentingan terhadap persoalan tersebut.
Menurut dia, dari total aset Rp35,188 triliun PT ASABRI berasal dari uang iuran pensiun prajurit TNI/Polri dan pegawai negeri sipil (PNS) TNI/Polri, termasuk PNS Kemenhan.
Momen Prabowo Promosikan Kopi Buatan Indonesia di DPR
Prabowo: Rakyat Tidak Bermimpi Kaya Raya, Hanya Ingin Hidup Layak
Johan Rosihan: APBN Harus Menjadi Instrumen Kedaulatan Ekonomi Nasional
"Dari total gaji pokok mereka setiap bulan, dipotong 4,75 persen untuk iuran pensiun dan 3,25 persen untuk tunjangan hari tua," katanya.
Jadi, kata Dahnil, Menhan ingin memastikan dana prajurit tetap aman dan tidak terganggu.
Sebagaimana pemberitaan yang di berbagai media, saham-saham yang menjadi portofolio ASABRI berguguran sepanjang 2019. Penurunan harga sahamnya sendiri mencapai lebih dari 90 persen sepanjang tahun.
Keyword : Prabowo SubiantoAsabriBUMN