Jum'at, 10/01/2020 21:01 WIB
Moskow, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan, tidak mengesampingkan serangan rudal sebagai penyebab jatuhnya pesawat Ukraina di Teheran pada 8 Januari.
Dalam sebuah pesan yang dirilis melalui Facebook, Zelensky meminta para pemimpin dunia, yang menuduh Iran menjatuhkan pesawat Ukraina International Airlines di Teheran pada Rabu, memberikan data Ukraina, guna mengkonfirmasikan kasus tersebut.
"Mengingat pernyataan terbaru oleh para pemimpin di media, kami meminta semua mitra internasional, khususnya pemerintah AS, Kanada dan Inggris untuk memberikan data dan bukti yang berkaitan dengan bencana kepada komisi investigasi," kata Zelensky.
Zelensky juga berharap Iran memberikan semua informasi dan akses ke para ahli dari Ukraina ke setiap lokasi untuk melakukan penyelidikan yang tidak memihak.
Komisi V Minta KNKT Investigasi Kecelakaan Pesawat ATR Secara Transparan
Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung
Rentetan Kecelakaan Pesawat di Indonesia Satu Dekade Terakhir
Selanjutnya, Zelensky membahas kecelakaan itu dengan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Jumat (10/1).
AS, Inggris dan Kanada mengatakan mereka memiliki bukti yang menunjukkan bahwa rudal darat-ke-udara Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina. Namun, Iran membantah dan menyebutnya sebagai kebohongan dan operasi psikologis yang dilancarkan AS.
Boeing 737-800 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran.
Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan puluhan rudal balistik yang menargetkan pasukan AS di Irak sebagai pembalasan atas pembunuhan Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Iran.
Sekitar 176 orang tewas dalam kecelakaan itu, termasuk warga negara Iran, Kanada, Ukraina, Swedia, Afghanistan, Jerman dan Inggris. (Anadolu)