PDIP Yogyakarta Pamerkan Produk Jamu Olahan di Rakernas

Jum'at, 10/01/2020 14:55 WIB

Jakarta, Jurnas.com - PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menampilkan hasil olahan perajin jamu dalam Rakernas I di Jakarta, 10-12 Januari 2020.

Endro Sulaksono, Bendara DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengatakan, apa yang ditampilkan ini sesuai dengan tema Rakernas I yaitu Solid Bergerak mewujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional dengan sub tema jalur strategi rempah dalam lima prioritas industri nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari.

"Kami DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menyajikan aneka produk jamu yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran," ujar Endro di arena Rakernas, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Ia menjelaskan, produk jamu yang dipamerkan adalah olahan kelompok binaan yang selama ini didampingi oleh PDI Perjuangan Kota Yogyakarta. Produsen jamu ini juga turut aktif dalam berbagai acara yang digelar oleh partai di Yogyakarta.

"Ini asli olahan jamu dari beragam rempah yang ada di pasar tradisional. Ada jamu beras kencur, kunir asem, temu lawak yang dikemas khusus, cocok untuk jaga kesehatan semua,” kata Endro yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta Endro Sulaksono.

Pada kesempatan sama, Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta mengatakan, produk olahan jamu yang ditampilkan selama ini juga turut menjadi bagian dari beragam acara yang digelar oleh partai.

Pendampingan terhadap perajin jamu menjadi bagian nyata PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dalam upaya memberdayakan perekonomian rakyat.

"Kita fasilitasi perajin jamu untuk berkembang lebih maju, lewat pendampingan dan kesempatan untuk bisa lebih berkembang usahanya. PDI Pejuangan Kota Yogyakarta terus berupaya memajukan usaha perekonomian rakyat agar bisa berdikari," jelas Eko Suwanto, politisi muda PDI Perjuangan yang jabat Ketua Komisi A DPRD DIY.

TERKINI
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental Kualitas Sperma Capai Puncak di Musim Panas, Benarkah Pengaruhi Kesuburan? Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten Mulai 2027, Singapura Hadirkan Terminal Privat di Bandara Changi