Otoritas Mesir Tangkan dan Deportasi Daoud

Selasa, 28/06/2016 16:18 WIB

Cairo - Otorotas Mesir menangkap dan mendeportasi pembawa acara televisi terkenal  bidang politik,  Liliane Daoud. Menurut otoritas bandara dan sumber keamanan, beberapa jam setelah jurnalis Lebanon itu mengumumkan ia menghentikan program televisinya.

Pemulangan Daoud terjadi di tengah merebaknya tindakan keras terhadap media dan banyak wartawan yang diajukan ke meja hijau dan dipenjarakan. Program Daoud pada jaringan televisi milik swasta, OnTV, menghilang dari udara setelah saluran tersebut dijual oleh konglomerat Mesir yang menjadi pemiliknya, Naguib Sawiris pada bulan Mei.

"Ini suatu kampanye melawan media yang terpercaya dan kebebasan wartawan, apa yang kami lakukan adalah mempersembahkan pertunjukan yang terhormat, jadi kami tidak tahu mengapa kami dihukum," kata Amer Tamam, pemimpin redaksi program tersebut.

Acara bertajuk Al-Soura Al-Kamila (Gambaran Utuh) menarik banyak perhatian baik oleh mereka yang menyanjung atau pun yang mengecam liputannya mengenai topik politik yang kontroversial dan jarang dibahas di saluran-saluran lain yang pro-pemerintah.

Sumber diberitakan Reuters menyebutkan, Daoud diciduk dari rumahnya pada Senin oleh petugas pemeriksa paspor yang menyebutkan bahwa visanya tidak lagi berlaku sehubungan dengan penghentian program tersebut. Pengacara Daoud, Ziad al-Alemi mengatakan kepada Reuters bahwa ia tidak bisa menghubungi kliennya setelah perempuan pembawa acara itu ditangkap.

"Lilian Daoud telah disingkirkan dan kami akan mengajukan laporan ke polisi, kami tidak mengetahui keberadaannya," kata Alemi.

Sumber-sumber di bandara akhirnya membenarkan bahwa Daoud telah diterbangkan keluar dari Mesir menumpang pesawat menuju Beirut. "Saya mengumumkan akhir kontrak saya dengan OnTV setelah berjalan lima tahun sejak 2011," unggah Daoud pada akun Twitter sesaat setelah ditangkap. (Reuters/ant)

 

TERKINI
10 Ayat Al-Qur`an Tentang Musibah yang Menenangkan Hati Mengapa Orang Saleh Juga Ditimpa Musibah? Triwulan II, Modal Asing Masuk Capai 8,5 Miliar Dolar Wali Kota New York Ajak Pemerintah Federal Tangkap Netanyahu