Senin, 30/12/2019 07:15 WIB
Teheran, Jurnas.com - Para ahli di kilang Shazand Petrochemical Company Iran memenmukan pengetahuan khusus untuk memproduksi bahan plastik polimer khusus yang digunakan dalam produksi jarum suntik insulin.
CEO Shazand Petrochemical Company, Ebrahim Valadkhani, mengatakan, para peneliti yang bekerja di pabrik tersebut sudah berhasil membuat racikan untuk memproduksi polimer tingkat jarum suntik yang dikenal sebagai RP801.
Ebrahim Valadkhani mengatakan plastik khusus, yang juga digunakan dalam skala luas di industri pengemasan menjadi kebutuhan utama pabrik-pabrik penghasil jarum suntik di Iran, terutama setelah perusahaan Korea Selatan berhenti memasok bahan tersebut karena Sanksi Amerika (AS).
"Petrokimia Shazand memasok seluruh permintaan negara untuk bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi berbagai jenis jarum suntik di 5.000 unit manufaktur. Ini menyelamatkan negara lebih dari USD10 juta (setahun)," jelas kata Valadkhani.
Korsel Kaji Rencana Gabung AS Amankan Selat Hormuz
Ke Korsel, Ibas Dorong Kerjasama Dalam Bahasa, Budaya, dan Generasi Muda
Hukuman Ditambah, Eks Ibu Negara Korsel Divonis Empat Tahun
Sebelumnya, produsen Iran kesulitan mendapatkan RP801, sejenis polipropilen yang digunakan dalam produksi jarum suntik tiga bagian karena konglomerat industri Korea Selatan, Hyosung berhenti mengekspor bahan ke Iran di bawah tekanan dari AS.
Perkiraan menunjukkan, produksi Iran polimer akan mampu mencukupi permintaan potensial hingga 34.000 ton per tahun sementara itu akan menyebabkan lebih banyak pendapatan mata uang keras bagi pemerintah begitu ekspor ke negara lain dimulai.
Sektor petrokimia Iran telah mengalami pertumbuhan pesat sejak AS memberlakukan larangan penjualan langsung minyak negara itu pada November tahun lalu. Pemerintah berharap dapat menghasilkan sekitar USD25 miliar pendapatan dari sektor ini pada tahun 2021.