Senin, 23/12/2019 23:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian BUMN menerangkan jika salah satu dasar penunjukan Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yakni miliki keahlian dalam bidang keuangan.
"Zulkifli ini ahli di manajemen keuangan. Kebutuhan PLN saat ini lebih perkuat distribusi. Artinya, arus kas harus kuat," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (23/12/2019).
Saat ini, PLN tidak lagi menjalankan bisnis hulu atau pembangkit listrik, tetapi lebih memperkuat sisi hilir sehingga diharapkan dapat lebih menjangkau pelosok pedesaan.
"Jadi memang harus kembali ke distribusi," ucapnya.
Rekomendasi Warna Rumah yang Cocok untuk Daerah Panas
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
Zelensky Geram Trump Longgarkan Sanksi Minyak Rusia
Sementara itu, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini menyampaikan bahwa kesehatan neraca keuangan perusahaan merupakan salah satu poin penting agar dapat melaksanakan mandat pemerintah.
"Tidak ada perusahaan yang mampu melaksanakan mandat kecuali keuangannya baik. Jadi kami, direksi maupun komisaris akan upayakan agar keuangan PLN sehat neracanya, sehat cash flow-nya," ujar Zulkifli.
Selain menjaga neraca keuangan, ia menambahkan, PLN juga dituntut untuk mengatasi pemadaman listrik dan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.
"Kami menyadari harapan masyarakat, kita harus mampu atasi pemadaman listrik, sudah tentu tarif harus terjangkau," katanya.
Dengan demikian, ia mengatakan pihaknya akan meningkatkan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).
Keyword : BUMNPLNKementerian BUMNZulkifli Zaini