Senin, 02/12/2019 18:41 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta Menteri BUMN, Erick Thohir dan anak buahnya di perusahaan - perusahaan BUMN agar lebih bijak dalam menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN).
Sebab, tujuan diberikannya PMN kepada perusahaan - perusahaan BUMN yakni untuk mendorong kinerja perusahaan - perusahaan BUMN, agar dapat memberikan dividen kembali kepada negara.
"PMN ini adalah tools (alat) dari fiskal pembangunan, semuanya ada di kemenkeu. Tetapi ini juga berdasarkan dari permintaan BUMN-BUMN. Dalam hal ini ya Pak menteri sendiri yang akan mengelola secara keseluruhan untuk apa. Apakah itu untuk memperkuat konektivitas energi, Penguatan SDM, Penguatan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," kata Ibas saat Raker antara Kementerian BUMN dengan Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (02/12/2019).
Ibas menegaskan, Fraksi Partai Demokrat tak alergi dengan Penyertaan Modal Negara bagi BUMN, namun tentunya pemberian dana PMN harus benar - benar digunakan dengan bijak dan untuk kepentingan kinerja perusahaan - perusahaan BUMN.
Mendes Yandri Ajak BUMN dan Swasta Tingkatkan Kepedulian terhadap Desa
BP BUMN Perkuat AirNav Indonesia untuk Keselamatan Penerbangan Nasional
BP BUMN Dorong Penguatan Garuda Indonesia di Tengah Tantangan Global
"Saya Fraksi Partai Demokrat tidak alergi terhadap PMN. Kita tidak alergi terhadap PMN, tetapi kita ingin ada kepastian dan tolong (setelah mendapatkan PMN), dipastikan perusahaan- perusahaan atau bisnis yang bergerak di bumn ini sehat dan memiliki langkah kedepannya," ujar Ibas.
Untuk diketahui, beberapa BUMN mendapat suntikan dana PMN pada tahun 2020. Diantaranya, PLN mendapatkan PMN sebesar Rp 5 triliun. Kemudian PT. Hutama Karya mendaparkan PMN sebanyak Rp 3,5 triliun. Dana sebesar Rp 2,5 triliun akan dialokasikan untuk PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF). Permodalan Nasional Madani (PNM) mendapat kucuran dana sebesar Rp 1 triliun, dan PT. Geo Dipa Energi memperoleh PNM sebanyak Rp 700 miliar. Dana sebesar Rp 1 triliun akan dimanfaatkan BUMN melakukan terobosan kebijakan ekspor-impor.
Keyword : PMN Ibas Erick Thohir BUMN