Kamis, 28/11/2019 14:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa akses internet telah dipulihkan di sebagian besar provinsi Iran, Rabu (27/11) waktu setempat setelah sempat dimatikan.
"Sampai hari ini, sebagian besar negara telah terhubung kembali ke internet," kata Rouhani dilansir Tass.
Dia menambahkan bahwa semua penduduk desa memiliki akses ke jaringan global.
Akses internet seluler telah dipulihkan di ibukota Teheran, kota-kota Qom dan Qazvin serta di wilayah Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, Hormozgan, Azerbaijan Timur dan Bushehr.
Insiden Delay Bagasi Parah di Bandara KLIA, Menteri Panggil Pengelola
Ilmuwan Temukan 600.000 Protein Mikroba Pemakan Plastik di Seluruh Bumi
1.500 UMKM Ramaikan Fesitaval 1001 Malam, Lampung Timur Bidik Desa Mandiri
Pada 16 November, Iran mematikan Internet di seluruh negeri, meninggalkan akses ke layanan online tertentu saja. Penutupan itu dipicu oleh meningkatnya protes terhadap kenaikan harga BBM.
Pada 23 November, jaringan telepon tidak bergerak dipulihkan di Teheran, tetapi internet seluler masih tidak dapat diakses.
Keyword : Internet Iran Protes BBM