Kamis, 28/11/2019 08:50 WIB
Najaf, Jurnas.com - Pengunjuk rasa Irak membakar konsulat Iran di kota suci Najaf pada Rabu (27/11) kemarin, sebagai lanjutan demonstrasi anti-pemerintah yang telah menewaskan lebih dari 350 orang.
Api tinggi dan asap tebal mengepul dari pintu masuk konsulat di kota selatan, menurut koresponden AFP pada Kamis (28/11) pagi.
"Irak Menang! Usir Iran!" demikian teriakan pengunjuk rasa.
Ibu kota Irak dan selatannya yang mayoritas Syiah dikepung oleh protes akar rumput terbesar sejak invasi pimpinan Amerika Serikat (AS), yang menggulingkan Presiden Saddam Hussein pada 2003.
Pakar PBB Desak Iran Hentikan Eksekusi Etnis Minoritas
Negosiasi Iran-AS Dilaporkan Memasuki Tahap Akhir
Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru
Perubahan rezim 16 tahun yang lalu, membuka pintu bagi Iran, tetangga timur Baghdad untuk mengembangkan kekuasaan ekonomi, politik dan militer yang luar biasa.
Konsulat Iran di kota suci kedua Irak Karbala menjadi sasaran awal bulan ini, dan pasukan keamanan yang mempertahankan situs itu menembak empat demonstran yang tewas pada saat itu.
Di Najaf pada Rabu kemarin, unit menembakkan gas air mata yang melukai beberapa lusin, tetapi akhirnya mundur ketika ratusan orang mengelilingi konsulat dan menyalakan ban, selimut, kardus dan barang-barang lainnya.
Para pemrotes masuk ke gedung konsulat, yang tampaknya telah dikosongkan oleh para staf Iran.
Keyword : DemonstrasiIrakIran