Pidato Nadiem Direvisi, Warganet: Mau Jadi Menteri atau Anarko-Sindikalis?

Rabu, 27/11/2019 09:56 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 beberapa waktu lalu, tak lepas dari perhatian warganet.

Sebuah unggahan di Twitter pada Selasa (26/11) siang, merevisi pidato menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju itu layaknya skripsi mahasiswa tingkat akhir.

Menurut pantauan Jurnas.com pada Rabu (27/11), revisi pidato Nadiem pertama kali dibagikan oleh akun atas nama @trendingtopiq. Hingga pagi ini, cuitan tersebut sudah 556 kali diretweet, dan disukai sebanyak 1.100 netizen.

Dalam revisi tersebut, warganet mengulas paragraf per paragraf pidato Nadiem. Misalnya, saat Mendikbud menyebut pidato hari guru biasanya dipenuhi kata-kata retorik dan inspiratif, pernyataan itu dimentahkan.

"Sebenarnya pidato ini juga dipenuhi kata-kata retorik dan inspiratif. Apa salahnya dengan itu? Anda mau jadi humblebrag?" tulis @trendingtopik.Bagian pidato lainnya yang direvisi netizen ialah pernyataan Nadiem yang meminta para guru mulai bergerak melakukan perubahan.

Warganet menilai, kalimat tersebut justru terdengar ambigu, sebab Nadiem merupakan seorang menteri, yang memiliki kuasa untuk melakukan perubahan.

"Kata-kata inspiratif tentu ini akan keren sekali kalau disampaikan bukan oleh Menteri Pendidikan. Masalahnya, Menteri Pendidikannya Anda. Anda pengambil keputusan. Anda yang punya kekuasaan, masa guru-guru disuruh DIY (do it youself)," kata akun tersebut.

"Anda ini menteri, bukan anak anarko-sindikalis atau SJW (social justice warrior) medsos!" imbuh dia.

"Pak Nadiem masih bingung menempatkan diri, mau jadi menteri atau anarko-sindikalis," tandas @trendingtopiq.

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya