Mangkir dari KTT Bangkok, Trump Undang Khusus Pemimpin ASEAN ke AS

Senin, 04/11/2019 19:49 WIB

Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengundang para pemimpin ASEAN untuk menghadiri KTT khusus di AS tahun depan setelah melewatkan pertemuan yang sedang berlangsung di Bangkok.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Robert O`Brien menyampaikan pesan Trump tersebut pada pertemuan AS-ASEAN pada Senin (4/11) di sela pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

"Saya juga ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan undangan kepada para pemimpin ASEAN untuk menghadiri KTT khusus di AS," kata O`Brien, membaca surat Trump.

Isi surat Trump juga mengatakan, pertemuan puncak di AS akan memberikan peluang bagus bagi para pemimpin ASEAN untuk memperluas dan memperdalam kerja sama dalam hal-hal yang sangat penting.

Trump melewatkan KTT ASEAN-AS selama dua tahun terakhi. Ia hanya mengirim Wakil Presiden AS, Mike Pence pada 2018.

Pada KTT tahun ini, Sekretaris Perdagangan AS, Wilbur Ross adalah pejabat delegasi dengan peringkat tertinggi, yang mendorong 10 anggota grup untuk menurunkan peringkat KTT menjadi "troika" yang hanya dihadiri para pemimpin puncak dari Thailand, Vietnam dan Laos.

"Tidak pantas bagi ASEAN untuk mengirim para pemimpin ketika perwakilan AS tidak setara," kata seorang diplomat di Bangkok kepada AFP.

"Ini bukan boikot, hanya saja para pemimpin lain harus menghadiri pertemuan lain," tambahnya.

Ross bersikeras bahwa AS tetap sangat terlibat dengan Asia meskipun Trump melewatkan pertemuan puncak.

Trump dituduh mundur dari kawasan itu setelah menarik diri dari pakta perdagangan utama Asia-Pasifik segera setelah menjabat.

Tapi Ross mendorong balik terhadap kritik bahwa Amerika telah berbalik pada sekutu Asia.

"Pemerintahan Trump sangat terlibat dan berkomitmen penuh untuk kawasan ini," katanya di forum bisnis di sela-sela pertemuan ASEAN.

"Kami terus menegosiasikan kesepakatan perdagangan dengan negara-negara di kawasan ini," tambahnya.

TERKINI
Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza