Rabu, 23/10/2019 09:48 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden RI Joko Widodo akhirnya resmi menunjuk para menteri yang akan membantunya melaksanakan pemerintah periode kedua 2019-2022.
Pengumuman para menteri tersebut dilakukan di halaman Istana Negara pada Rabu (23/10) pagi.
Namun tidak semua para menteri merupakan wajah baru. Setidaknya beberapa nama masih dipakai kembali oleh Jokowi, untuk menempati posisi menteri di periode kedua.
Salah satu dari nama tersebut ialah Budi Karya Sumadi, yang sebelumnya dan kini menjabat sebagai Menteri Perhubungan.
KPK Ungkap Staf Ahli Menhub Budi Karya Terima Fee Proyek DJKA
KPK Cecar Staf Ahli Menhub Terkait Aliran Fee Proyek DJKA untuk Sudewo
KPK Panggil Staf Ahli Menhub Era Budi Karya Terkait Suap Proyek DJKA
Budi masuk ke dalam kabinet pada 27 Juli 2016 lalu menggantikan menteri perhubungan sebelumnya Ignatius Jonan, yang digeser menjadi Menteri ESDM.
Pernah memimpin Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Budi dipercaya sebagai Dirut PT Angkasa Pura II, sebelum akhirnya dipilih sebagai Menteri Perhubungan.
Sebelum menjadi menteri, Budi juga pernah memimpin sejumlah perusahaan, antara lain Direktur Keuangan PT. Jaya Land (1994-2001), Direktur Keuangan PT. Jaya Real Property Tbk. (1994-2001), Direktur Pengembangan PT. Jaya Garden Polis (1994-2001), Presiden Direktur PT. Wisma Jaya Artek (1996-2001), Direktur Keuangan PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (2001-2004), Direktur Keuangan PT. TIJA (2001-2004), Komisaris PT. Philindo (2001-2013).