Pesan PKS ke Jokowi: "Selamat Bekerja, Kami akan selalu Kritis"

Minggu, 20/10/2019 21:44 WIB

Jakarta, Jurnas.com  - Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengucapkan tahniah kepada Joko Widodo - KH. Ma`ruf Amin atas pelantikannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019 - 2024.

Menurutnya, PKS bersama rakyat akan selalu kritis konstruktif demi membangun membangun Indonesia.

"Saya ucapkan selamat atas pelantikan dan selamat bekerja kepada Presiden Jokowi- Kiyai Ma`ruf pada periode II. Insya Allah kita akan sama-sama membangun Indonesia sebagai Koalisi dan oposisi kritis konstruktif," kata Mardani, Minggu (20/10).

Legislator dari partai PKS DPR RI itu mengatakan masih banyak PR yang belum selesai pada 5 tahun sebelumnya, oleh karena itu, pada periode ke II ini, Presiden Jokowi harus bisa menuntaskannya.

"Saya berharap Presiden Jokowi bisa menuntaskan banyak janji janjinya yang lalu pada 5 tahun kedepan," ujar Mardani.

Beberapa konsep revolusi mental yang masih belum tuntas dijalankan, kata Mardani, harus bisa dijalankan pada periode ini.

"Janji konsep Revolusi Mental sejalan yang di gaungkan Presiden Jokowi dengan reformasi birokrasi harus bener-benar di tuntaskan di periode ke II," kata Mardani.

Selain itu, masih banyak masalah besar lain seperti janji pertumbuhan ekonomi sebesar 7 % yang masih belum terpenuhi, defisitnya neraca perdagangan,ekspor yang masih melempem, semerautnya pengelolaan BPJS, bleeding nya Karhutla, meningkatkan lapangan kerja tenaga hingga menjaga kesejahteraan masyarakat belum lagi kualitas pendidikan yang belum membaik.

Oleh karena itu, Mardani mengingatkan bahwa janji itu adalah hutang yang harus bayar. “Saya mendoakan agar Pak Jokowi bisa menuntaskan semua janji dalam kampanyenya," ujarnya.

"Insya Allah bila semua janji itu bisa di tepati akan dikenang sebagai presiden yang sukses memimpin Indonesia selama 10 tahun pemerintahan, PKS insya Allah akan Istiqomah menjadi Oposisi kebaikan yaitu kritis konstruktif,” ujar dia.

TERKINI
Tiga Warga AS Tewas Akibat Terpapar Zat Misterius Prabowo: Kecurangan Ekspor Selama 34 Tahun Rugikan Negara Rp15.400 Triliun Dukungan Anggaran Dibutuhkan untuk Wujudkan Transparansi Penegakan Hukum KPK Soroti Program MBG: Akuntabilitas Lemah, Tak Ada Tolok Ukur