Kamis, 17/10/2019 21:33 WIB
Damaskus, Jurnas.com - Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan pemerintah Damaskus akan menanggapi serangan darat tentara Turki dan sekutu militan Takfiri terhadap pasukan Kurdi di bagian utara negara Arab yang dilanda perang.
Hal itu disampaikan Assad saat menerima kunjungan Penasihat Keamanan Nasional Irak Falih al-Fayyadh di Damaskus, Kamis (17/10).
Assad mengatakan strategi asing di kawasan Timur Tengah sepanjang sejarah selalu digagalkam, termasuk agresi kriminal Turki, yang diluncurkan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menyasar Suriah.
"Apa pun slogan palsu yang dibuat untuk membenarkan serangan Turki, itu adalah invasi dan agresi yang mencolok," ujar Assad.
Geopolitik Memanas, Erdogan Tak Diundang ke KTT Uni Eropa di Siprus
Netanyahu Bersumpah akan Terus Perangi Iran dan Proksinya
Suriah Tuntut Bashar Al-Assad Dipulangkan untuk Diadili
Assad mengatakan, Suriah sudah sering menyerang proksi dan teroris yang didukung Turki di lebih dari satu tempat.
"Suriah akan menanggapi serangan itu dan menghadapinya di mana saja di dalam wilayah Suriah melalui semua cara yang sah tersedia," tegas Assad.