STIE Ganesha Pecahkan Rekor LEPRID Pemberian Beasiswa Terbanyak

Sabtu, 05/10/2019 21:20 WIB

Tangerang, Jurnas.com - Lembaga Prestasi Indonesi-Dunia (LEPRID) kembali memberikan apresiasi kepada STIE Ganesha dan Yayasan Pendidikan Graha Ganesha (YPGG) atas Pemecahan Rekor Seminar Nasional Pendidikan dan Pemberian Bantuan Beasiswa Pendidikan Dengan Peserta Terbanyak di Aula Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu (5/10/2019).

Kegiatan ini mengangkat tema "Melalui Program Beasiswa, Kita Tingkatkan Semangat Generasi Muda yang Berkarakter, Kompetitif, Memiliki Sumber Daya Manusia Unggul, dalam Menghadapi Tantangan Pelajar di Era Revolusi Industri 4.0".

Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Yayasan Catur Wangsa Group yang dipimpin oleh Raden Rizky Novandi Kusumah, yang sama-sama peduli dengan pendidikan, dengan tujuan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

"Sudah sepatutnya kita peduli dengan pendidikan, mendukung generasi muda terdidik, karena siswa merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial bagi pembangunan. Sebagai warga negara, siswa berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kemampuannya," kata Ketua Penyelenggara, Mubarok.

Tujuan pemberian beasiswa ini untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan. Pemerataan kesempatan belajar bagi para mahasiswa yang berprestasi dan kurang berprestasi, namun secara ekonomis tidak atau kurang mampu secara ekonomi.

STIE Ganesha Hadir memberikan Bantuan Program Beasiswa, yang sudah berjalan beberapa tahun terakhir ini, salah satu keunggulan progam ini sangat membantu meringankan beban orang-orang yang kurang mampu dalam hal materi," tuturnya.

Menurut Mubarok, seseorang yang kurang mampu materinya dapat terus melanjutkan pendidikanya asalkan orang tersebut unggul dalam suatu bidang baik akademik ataupun non akademik.

"Pemerintah wajib memberikan sarana dan prasarana sehingga siswa memiliki peluang untuk menyelesaikan studi dimanapun dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu," ungkapnya.

Ia menjelaskan, STIE Ganesha sendiri menyasar golongan masyarakat yang tidak mampu dari segi ekonomi, agar tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak. Nantinya, penerima beasiswa harus memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mengurangi sifat egoisme

"Supaya ketika mereka lulus dari bangku pendidikan, mampu menerapkan ilmunya untuk kepentingan umum, dan semaksimalnya berusaha menjadi orang yang menyediakan beasiswa bagi penerusnya," jelas Mubarok.

TERKINI
PTPN I: Pancasila Jangkar Moral Hadapi Tantangan Global 3 Tokoh Utama Perumus Pancasila dan Kontribusi Pemikiran Emasnya KPK Ungkap 20 Forwarder Terseret Korupsi di Ditjen Bea Cukai KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026