Senin, 16/09/2019 06:30 WIB
Washington, Jurnas.com - Operasi maritim, uji coba rudal, dan latihan pendaratan yang dilakukan oleh pasukan pertahanan Amerika Serikat (AS), disebut-sebut sebagai upaya untuk menghadapi kekuatan militer China.
Sebagaimana dikutip dari AFP pada Senin (16/9), klaim ini dibuktikan dengan keberadaan kapal perang AS, USS Wayne E. Meyer, di dekat Kepulauan Paracel, Laut China Selatan, sebagai penegasan "kebebasan navigasi" internasional di wilayah tersebut.
USS Wayne E. Meyer yang merupakan sebuah perusak rudal berpemandu, melintas di dekat pulau itu untuk melawan klaim Beijing atas lautan di sekitar Kepulauan Paracel, yang juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.
"Klaim China akan memblokir kapal-kapal negara lain, tidak diizinkan oleh hukum internasional," kata juru bicara Armada Ketujuh AS, Komandan Reann Mommsen.
Iran dan Oman Sepakati Jalur Pelayaran Baru di Selat Hormuz
Dipengaruhi Lingkaran Pro-Zionis, Trump Dinilai Nekat Serang Iran
Iran Tegaskan Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
Sedangkan sebelumnya, pada Rabu pekan lalu, Korps Marinir AS mengumumkan telah melakukan latihan di pulau Jepang Tori Shima, ratusan mil selatan Tokyo, untuk berlatih mendarat di pantai musuh.
Latihan-latihan itu jelas dirancang untuk menyoroti kemampuan militer Amerika dalam menyerang pulau yang disengketakan, dan membangun basis pasokan untuk operasi udara.
"Jenis serangan ini memberi para komandan di wilayah Indo-Pasifik kemampuan untuk memproyeksikan kekuasaan, dan melakukan operasi ekspedisi di lingkungan pesisir yang berpotensi diperebutkan," kata salah seorang perwira AS Komandan Anthony Cesaro.
Keyword : Amerika SerikatChina