Selasa, 10/09/2019 15:08 WIB
Berlin, Jurnas.com - Greenpeace mendesak pemerintah Jerman untuk memperpanjang larangan ekspor senjata ke Arab Saudi yang akan berkahir pekan ini.
Aktivis Greenpeace menyerahkan petisi dengan lebih dari 10.000 tanda tangan kepada Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi yang menuntut perpanjangan larangan.
Alexander Lurz, pakar perlucutan senjata dari Greenpeace Jerman, mengatakan pemerintah harus mempertahankan larangan ekspor senjata ke Arab Saudi karena keterlibatan Riyadh dalam perang Yaman.
"Sebanyak 91.000 orang telah terbunuh sejak perang meletus di Yaman," ujar Lurz.
Mensos Gus Ipul Bebastugaskan 2 Pejabat Terkait Pengadaan Sekolah Rakyat
Harga Avtur Melonjak, Maskapai Eropa Batalkan Sejumlah Penerbangan
Sergio Conceicao Spill Beratnya Melatih AC Milan
Lurz juga meminta pemerintah untuk menghentikan penjualan senjata ke semua negara yang terlibat dalam konflik.
Yaman telah didera konflik sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota, Sanaa. Konflik meningkat pada 2015 saat Arab Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye udara untuk mengalahkan Houthi.
Survei terbaru menunjukkan bahwa 81 persen orang Jerman menentang penjualan senjata ke negara-negara yang terlibat dalam perang Yaman.
Tahun lalu, pemerintah koalisi Kanselir Angela Merkel memberlakukan pembatasan penjualan senjata ke Arab Saudi karena perannya dalam konflik. Kemudian, pada Maret, pemerintah Jerman memperpanjang larangan itu hingga akhir September.
Keyword : Arab SaudiEkspor SenjataDaerah Konflik