CEO Nissan Hiroto Saikawa Mengundurkan Diri

Senin, 09/09/2019 21:45 WIB

Jakarta, Jurnas.com - CEO Nissan Hiroto Saikawa akan mengundurkan diri efektif 16 September nanti. Hal itu diumumkan perusahaan pada Senin setelah ia dikritik karena menerima kompensasi yang tidak pantas dengan mengubah ketentuan bonus kinerjanya.

Tekanan untuk pengunduran diri Saikawa mulai terkuak pekan lalu setelah dewan Nissan mengetahui hasil penyelidikan selama setahun terhadap mantan ketua Carlos Ghosn dan eksekutif lainnya yang mungkin telah dibayar kompensasi yang belum diterima sebagai akibat dari kesalahan perusahaan.

Saikawa menjabat sebagai wakil di bawah Ghosn tetapi telah dikritik karena kinerjanya sejak kepergian Ghosn.

"Hiroto Saikawa baru-baru ini mengindikasikan kesediaannya untuk mengundurkan diri," kata sebuah pernyataan dari Nissan dilansir UPI.

"Setelah berdiskusi, dewan memintanya untuk mengundurkan diri sebagai pejabat eksekutif perwakilan dan CEO perusahaan, efektif 16 September, dan dia menerimanya," tambahnya.

Perwakilan eksekutif dan (chief chief officer) Nissan, Yasuhiro Yamauchi, akan menjadi penjabat CEO. Komite pencalonan Nissan akan mempercepat upayanya untuk memilih pengganti untuk posisi CEO, dengan tujuan untuk menyelesaikan pencarian pada akhir Oktober.

Ketika ditanya pada hari Senin tentang tuduhan menerima kompensasi tambahan secara ilegal yang mirip dengan apa yang dituduhkan Ghosn, Saikawa membantah melakukan kesalahan.

"Saya tidak pernah memerintahkan perusahaan untuk melanggar aturan," kata Saikawa.

Saikawa diangkat sebagai presiden dan chief executive Nissan di bawah Ghosn pada April 2017 dan mendukung kebangkitan Ghosn sebelum mengkritik mantan bosnya setelah ia ditangkap.

Ghosn didakwa melakukan pelanggaran keuangan setelah pihak berwenang Jepang menuduh mantan kepala Nissan itu mengalihkan dana perusahaan kepada seorang pengusaha Saudi dan kompensasi yang tidak dilaporkan.

TERKINI
PBB Sebut AS Lakukan Kejahatan Perang di Iran Program MBG Telah Serap Anggaran 139,77 Triliun Legislator Golkar Dorong Layanan Sosial Terpadu Menjangkau Daerah Harga Emas Antam Naik jadi Rp2,63 Juta per Gram