Minggu, 08/09/2019 09:17 WIB
Riyadh, Jurnas.com - Arab Saudi untuk pertama kalinya tercatat dalam sejarah mengangkat anggota keluarga kerajaan sebagai menteri energi negara itu. Keputusan itu memicu kekhawatiran tentang keseimbangan kekuasaan di kerajaan.
Kantor berita SPA melaporkan, mengutip dekrit kerajaan bahwa Pangeran Abdulaziz bin Salman sudah angkat sebagai menteri energi, menggantikan Khalid al-Falih, seorang pria kunci dalam industri minyak dan energi Arab Saudi.
Abdulaziz, seorang putra raja, sudah menjadi wakil menteri energi selama bertahun-tahun dan memiliki pengalaman puluhan tahun di sektor ini dengan mewakili Arab Saudi sebagai anggota delegasi negara itu ke Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), jurusan kartel minyak tempat Riyadh memegang kekuasaan besar.
Saudi Kutuk Serangan Drone ke Bandara Internasional Khartoum
Cegah Kecelakaan Jemaah Haji, Saudi Hadirkan Teknologi Canggih
Saudi Tambah Kapasitas Kereta Cepat Haramain untuk Haji 2026
Namun, penunjukan Minggu (8/9) dapat menyebabkan beberapa kekhawatiran tentang stabilitas keputusan terkait minyak di Arab Saudi, pengekspor minyak utama dunia.
Tak satu pun dari menteri energi Arab Saudi sejak 1960 dari kerajaan karena keluarga Al Saud yang berkuasa selalu berusaha menghindari kekhawatiran yang mungkin timbul tentang keseimbangan kekuasaan di Negeri Petro Dolar.
Penunjukan itu juga dilakukan sebulan setelah Arab Saudi mengambil sebagian kekuasaan dari super-menteri energi dan memberikannya kepada menteri yang baru dibentuk untuk industri dan sumber daya mineral.
Itu juga datang seminggu setelah Yasser al-Rumayyan menggantikan mantan menteri energi Falih sebagai ketua raksasa minyak negara Aramco.