Minggu, 01/09/2019 20:55 WIB
Teheran Jurnas.com - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan, Amerika Serikat (AS) menunjukkan "fleksibilitas" atas pelonggaran sanksi ekspor minyak Iran.
Araqchi mengatakan persoalan itu mengemuka dalam pertemuan antara Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden AS, Donald Trump di sela-sela KTT G7 di Biarritz, Prancis.
"Macron bertemu dengan Trump selama pertemuan G7, di mana pihak Gedung Putih menunjukkan beberapa fleksibilitas dalam perizinan penjualan minyak Iran," kata Araqchi.
"Ini pelanggaran dalam kebijakan tekanan maksimum AS, dan kesuksesan kebijakan Iran atas resistensi maksimum," sambungnya.
Trump Sebut Ia Bisa Bertemu Pemimpin Iran jika Kesepakatan Tercapai
Iran Tuntut AS Segera Cairkan 50 Persen Aset Miliknya
Iran dan Oman Bakal Kelola Perlintasan di Selat Hormuz
Ketegangan memuncak antara AS dan Iran sejak Washington mengundurkan diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir 2015 yang penting pada tahun lalu.
Kesepakatan itu adalah hasil dari negosiasi berlarut-larut antara Teheran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk Jerman dan Uni Eropa.
Sejak itu AS meluncurkan kampanye diplomatik dan ekonomi untuk memaksa Iran merundingkan kembali kesepakatan tersebut. Sebagai tanggapan, Teheran mengurangi komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir.
Keyword : IranAmerika Serikat Abbas Araqchi