Minggu, 01/09/2019 17:32 WIB
Teheran, Jurnas.com - Iran meluncurkan drone dalam dua versi yang berbeda, yaitu untuk pelacakan cepat dan identifikasi dan serangan presisi pada target yang jauh.
Pesawat tak berawak yang dijuluki Kian, diresmikan di hadapan Komandan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Alireza Sabahi-Fardand dan komandan senior lainnya pada Minggu (1/9).
Berbicara pada upacara pembukaan, Sabahi-Fard mengatakan, Kiandirancang dalam dua jenis: satu dengan kemampuan kecepatan tinggi untuk tujuan pelacakan dan identifikasi dan yang lainnya didesain untuk penerbangan jarak jauh guna melakukan operasi serangan presisi.
Dilansir dari Presstv, Sabahi-Fard mengatakan, drone itu dirancang, diproduksi, dan diuji para ahli di unit drone dari Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran.
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS
Supertanker Kedua Terobos Blokade AS di Selat Hormuz
Kian, kata Sabahi-Fard, mampu mengenai sasaran jauh dari perbatasan Iran dan terlibat dalam pertahanan di wilayah yang rawan konflik.
Iran membuat terobosan besar di sektor pertahanannya dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan perangkat keras militer meskipun menghadapi sanksi dan tekanan ekonomi Barat.
Republik Islam mengatakan kekuatan militernya semata-mata untuk tujuan pertahanan dan tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain.
Pada 20 Juni, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menembak jatuh Global Hawk RQ-4 buatan Amerika Serikat (AS) di perairan teritorial di lepas pantai provinsi Hormozgan.
Pesawat AS tak berawak itu dijatuhkan oleh sistem pertahanan udara Khordad 3 asli Iran setelah menyelinap ke wilayah udara negara itu dengan tujuan memata-matai.
Keyword : Pesawat Tak TerawakIranAmerika Serikat